Darah Yang Membeku dan Obesitas
Darah Yang Membeku dan Obesitas
Darah berfungsi mengangkut oksigen dan nutrisi keseluruh tubuh. Adanya thrombosis atau bekuan darah bisa menyumbat aliran sehingga menyebabkan kematian.
Di Amerika Serikat, berdasarkan data yang dihimpun US Department of Human and Health Services,thrombosis yang menyebabkan sumbatan di dalam jaringan arteri atau vena merupakan penyebab kematian utama tertinggi selain kanker. Setidaknya, dalam satu tahun tercatat 300.000 hingga 600.000 orang terkena thrombosis dan 100.000 diantaranya mengalami kematian.
Fakta thrombosis di Indonesia tak jauh berbeda.Di Asia, termasuk di Indonesia menunjukkan tingginya angka thrombisis.Sayangnya, trombosis hingga saat ini masih kurang disadari masyarakat Indonesia.
Penelitian di Departemen Hematologi dan Departemen Ortopedi FKUI/RSCM tahun 2009, melalui pemeriksaan venografi menunjukkan bahwa 61,5% pasien pasca operasi ortopedi mengalami DVT (Deep Vein Thrombosis), sementara di Negara Barat 40%-80%.
STROKE DAN AMPUTASI Karena Darah Yang Membeku
Thrombosis sebagai salah satu penyebab kematian diam-diam (silent killer) dapat terjadi di dalam jaringan sistem kardiovaskular, yaitu pada arteri, vena, ruangan jantung dan mikrosirkulasi. Trombosis vena atau DVT (Deep Vein Thrombosis) pada umumnya terjadi pada kaki,tetapi dapat juga terjadi pada vena lain. Gejala DVT pada kaki dapat berupa kaki bengkak, perubahan warna, sakit atau nyeri sampai fungsinya berkurang.
Sumbatan pada kaki dapat fatal jika bekuan darah lepas dan terbawa aliran darah serta menyangkut di arteripulmonalis (paru) atau disebut PE (Pulmonary embolism),Ini berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian.
Thrombosis juga bisa terjadi pada arteri jantung yang menimbulkan sumbatan, baik secara total atau partial. Sumbatan total pada arteri jantung akibat thrombosis dapat menyebabkan serangan jantung. Sementara, sumbatan total pada arteri otak akibat thrombosis bisa berbuntut pada stroke.
RESIKO THROMBOSIS – ROKOK dan OBESITAS
Pria maupun wanita sama-sama beresiko. Gaya hidup tak sehat seperti merokok dan obesitas disinyalir ikut menyumbang terjadinya gumpalan pada pembuluh darah.
Pada mereka dengan kolesterol tinggi atau punya kebiasaan merokok, darah yang sudah kental semakin susah mengalir. Kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah membuat penampang pembuluh darah menyempit.Adapun asap rokok akan merusak lapisan dinding pembuluh darah bagian dalam.
Seperti diketahui, stroke dan serangan jantung merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Faktanya, kedua penyakit ini sangat berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah akibat thrombosis. Sebab itu kita diingatkan untuk selalu menjaga pola hidup sehat sedini mungkin.
Cegah dengan minum obat penurun kolesterol bagi yang kolesterolnya tinggi. begitu juga dengan penyakit lain seperti diabetes, dan obesitas. Hindari merokok, lakukan olahraga dan konsumsi makanan bergizi.









Leave a Reply